Selasa, 25 April 2017

Tugas Fotografi #Foto Seri

Tahu Pletok dan Tahu Udang

Tahu pletok , mungkin tahu ini sudah familiar di kalangan masyarakat. Panganan satu ini berasal dari daerah tegal,jawa tengah. Adalah pakde monase seorang bapak paruh baya yg menjajakan jualannya dalam sebuah gerobak kecil di pinggiran jalan merapi raya. Harga tahu ini pun sangat terjangkau hanya 1000 rupiah untuk satu tahu nya.Tahu pletok ini terbuat dari tahu kuning Tegal yang bertekstur agak keras dibanding tahu-tahu lainnya yang dikemudian dibalut dengan adonan aci setelah itu baru digoreng. Rasa krenyes-krenyes dan tentu saja gurih. Paling enak dicocol dengan kecap rawit. Selain tahu pletok, pakde monase juga menjual tahu udang dan tempe goreng yg rasanya tak kalah nikmat dengan tahu pletok.

Nah, berikut adalah proses pembuatan dari tahu pletok

Ini merupakan gerobak tahu pletok Mekar Sari dari pakde Monase yang setia menemaninya saat berjualan dari pukul 14.00-22.00 WIB

Step 1
( Menyiapkan adonan tahu pletok,tahu udang dan tempe )

Step 2
( Setelah adonan telah siap, maka adonan tinggal dimasukkan kedalam minyak yang telah dipanaskan sebelumnya untuk digoreng )

Step 3
( Adonan yang telah dimasukkan kedalam minyak panas di aduk-aduk hingga matang sempurna )

Step 4
( Jika adonan telah matang, maka gorengan tahu ditiriskan kemudian di taruh di tempat yang telah disediakan di gerobak )

Step 5
Finally, gorengan tahu pletok,tahu udang dan tempe yang gurih khas pakde monase dapat di nikmati 

Selasa, 04 April 2017

Tugas Fotografi #4

Foto ini diambil dengan meggunakan kamera Fujifilm X-A2
dengan teknik pengambilan freeze


Foto ini diambil dengan meggunakan kamera Nikon D5200
dengan teknik pengambilan Siluet.

Tugas Fotografi #3


Foto ini diambil dengan menggunakan kamera Nikon D5200
menggunakan teknik pengambilan Portrait



Foto ini diambil dengan menggunakan kamera Nikon D5200
menggunakan teknik pengambilan Landscape



Foto ini diambil dengan menggunakan kamera Nikon D5200
menggunakan teknik pengambilan Depth of Field

Selasa, 21 Maret 2017

Tugas Fotografi #2


 Foto ini diambil dengan menggunakan camera Nikon D5200
Menggunakan teknik pengambilan Background


Foto ini diambil dengan menggunakan camera Nikon D5200
Menggunakan teknik pengambilan Slow Speed


 Foto ini diambil dengan menggunakan camera Canon EOS 60D
Menggunakan teknik pengambilan Foreground


 Foto ini diambil dengan menggunakan camera Canon EOS M3
Menggunakan teknik pengambilan Candid


Senin, 27 Februari 2017



Tugas Fotografi #1



Foto ini diambil dengan menggunakan camera Canon 1200D dan
 menggunakan teknik pengambilan high angle
lokasi : Benteng Fort Marlborough



Foto ini diambil dengan menggunakan camera Canon 1100D dan
 menggunakan teknik pengambilan high angle
lokasi : Benteng Fort Marlborough


Foto ini diambil dengan menggunakan camera Canon EOS M3 dan
 menggunakan teknik pengambilan low angle
lokasi : Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu


Foto ini diambil dengan menggunakan camera Canon EOS M3 dan
 menggunakan teknik pengambilan low angle
lokasi : Sport Center


Foto ini diambil dengan menggunakan camera Nikon D5200 dan

 menggunakan teknik pengambilan bird eye
lokasi : Benteng Marlborough


Foto ini diambil dengan menggunakan camera Drone  dan
 menggunakan teknik pengambilan bird eye
lokasi : View Tower Bengkulu


Foto ini diambil dengan menggunakan camera Nikon D5200 dan
 menggunakan teknik pengambilan frog eye
lokasi : Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu


Foto ini diambil dengan menggunakan camera Canon 550D dan
 menggunakan teknik pengambilan frog eye
lokasi : Benteng Marlborough


Sabtu, 26 Maret 2016

Essai "Inspirasi Untuk Bengkulu"

                                    Mempotensialkan Wisata Pantai Provinsi Bengkulu


         Bengkulu merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di Sumatra. Bengkulu menjadi terkenal karena salah satu The Founding Father of Indonesia pernah diasingkan disini dan menikah disini. masyarkat provinsi Bengkulu termasuk masyarakat melayu. Bengkulu berbatasan dengan beberapa daerah disekitarnya seperti Jambi, Sumatra Barat, Pelembang dan Lampung. Bengkulu menjadi salah satu destinasi wisata para wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Bengkulu memiliki banyak sekali objek wisata yang indah dan terkenal,mulai dari wisata daerah pegunungan,wisata sejarah,wisata air terjun dan wisata pantai yang terdapat di pulau-pulau berpenghuni dan tidak berpenghuni seperti pulau tikus dan pulau enggano menjadi tempat sasaran para wisatawan. Akan tetapi,walaupun banyak tempat wisata potensial, Provinsi Bengkulu belum bisa mengelola dan memanfaatkannya dengan baik sehingga mengurangi potensi dari wisata tersebut. Terutama wisata pantai yang ada di Bengkulu.
        Faktor-faktor yang membuat belum potensialnya pemanfaatan wisata pantai di Bengkulu yaitu :
-   Kurangnya kesadaran Pemerintah Provinsi/daerah dalam mengelola wisata pantai
      Hal ini dapat dibuktikan dengan fasilitas yang buruk dan kurang memadai serta ketidaktegasan pemerintah dalam menertibkan bangunan-bangunan liar disepanjang pesisir pantai. jika saja bangunan-bangunan liar tersebut dibongkar dan dijadikan tempat yang lebih menarik wisatawan,maka akan menjadi daya tarik yang membuat pantai disini lebih dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegar
-    Kurangnya kesadaran dari masyarakat dan wisatawan
       Maksudnya disini adalah kurangnya kesadaran dari masyarkat dan para wisatawan dalam menjaga fasilitas yang telah ada. Seperti membuang sampah sembarangan dan merusak fasilitas-fasilitas wisata.
       Kedua hal tersebut dapat menjadi faktor yang membuat wisata pantai di bengkulu menjadi kurang menarik. Maka dari itu sebaiknya masyarakat,pemerintah dan para wisatawan saling bekerjasama dalam menjaga dan membuat wisata pantai yang ada di Bengkulu menjadi lebih potensial lagi.

Selasa, 22 Desember 2015

PLANNING THEORY (Teori Perencanaan)

       Teori Perencanaan meliputi antara lain : Sinoptik,Inkremental,Transaktif,Advokasi dan Radial

1. Sinoptik : Sinoptik menggunakan model berpikir sistem dalam perencanaan sehingga objek perencanaan dipandang sebagai suatu kesatuan yang bulat dengan satu tujuan yang disebut visi

2. Inkremental : Bersifat Desentralisasi dan tidak cocok untuk jangka panjang. Menekankan pada perencanaan jangka pendek saja. Maksud Desentralisasi disini yaitu merencanakan objek tertentu dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan.

3. Transaktif : Menekankan pengembangan individu dalam kemampuan mengadakan perencanaan

4. Advokasi : Menekankan hal-hal yang bersifat umum,perbedaan individu dan daerah di abaikan.

5. Radikal : Menekankan pentingnya kebebasan untuk melakukan perencanaan sendiri,dengan maksud agar dapat dengan cepat mengubah keadaan supaya tepat dengan kebutuhan